Selasa, 21 Agustus 2007

My Line

Is this the real of me?? But why i feel is not the real me...

Mungkin itu perasaan yang bisa dibilang saat ini terdapat didalam diriku sekarang, aku pernah coba mencari apa yang hilang sebenarnya tapi apa yang justru aku temukan bukan sesuatu yang membuat aku mengetahui arti semuanya. Aku sekarang terjepit diantara ketidakjelasan arti...

Aku...Aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan. Apakah ketidaktahuanku adalah juga batas dimana kewarasan akan berakhir? Aku...Aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi dalam hidupku, tubuhku dan pikiranku menolak semua ransangan yang datang. Apakah aku hanya sebuah tubuh tak berjiwa?? Sesak dalam dada terpatri sangat kuat, ku coba untuk mengetahui apa arti sebenarnya semua ini namun yang terlihat hanya sebuah lembaran abu-abu tak bertepi.

Kini aku hanya dapat berjalan gontai tanpa tahu jalan mana yang aku jalani, ingin ku lepas semua dan mencoba lari dari semua yang ada namun aku terlalu takut untuk mengetahui apa yang akan aku alami jika aku melakukan hal itu, mungkin ini kutukanku dalam perjalanan ini.


Aku sudah coba untuk berteriak namun hanya suaraku sendiri yang terpantul oleh dinding yang ku buat sendiri, aku sendiri pun tidak mengetahui kenapa dinding itu ada dan dibuat tapi hanya satu yang nyata yaitu adalah aku yang membuat dinding tak berbatas tanpa mengetahui bagaimana cara keluar dari ini semua. Dan karena dinding ini pulalah yang menjauhkan aku dari orang-orang yang aku kenal.

Sudah cukup...!!

Aku mungkin orang yang malang dan mempunyai kisah sedih dimata orang² tapi aku bukan orang lemah yang butuh nasehat apapun, karena aku sudah muak..!! Muak dengan semua nasehat yang aku dengar selama ini. Aku seperti lebih membutuhkan cacian dibanding dengan nasehat. Aku dan kesedihanku adalah satu jadi jangan bilang untuk lupakan dan marah atas apa yang aku alamin. Aku justru menikmati kesedihan dan kesendirianku tanpa orang lain untuk berbagi. Biarkan aku berbagi apa yang ada sekarang dengan jiwaku tanpa ada harus mengingat apa yang sudah terjadi karena aku bukanlah orang yang patut dikasihani. Aku juga sudah menjalani lebih dari seribu malam kesendirian didalam gelap dan aku menjadi lebih kelam dari apa yang telah dilihat orang tanpa mengenal aku sebenernya.

Aku mungkin menderita dengan jalanku dan hidupku tapi inilah aku yang tanpa ingatan orang² lain. Kini aku hanya mengenal wujud saja tapi tidak cerita yang telah terjadi, karena aku telah membuang semua yang ada bersamaan dengan datangnya hari² baru dalam hidupku. Karena aku telah mendapatkan kembali serpihan dari jiwaku yang telah hilang, biarkan serpihan demi serpihan ku untai kembali dengan berjalannya hari baru.

Aku telah melepaskan semuanya tanpa ada penyesalan karena itu semua sudah menjadi tidak berguna lagi dalam kehidupanku...

TOPENG

Aku kembali melihat angkasa melepas gemintang bintang yang terang didalam kegelapan malam, aku seperti kehilangan arah untuk mencapai tujuan yang sebenarnya. Aku muak !! Aku benar-benar muak untuk semua ini, aku ingin melepas topeng yang dipasang oleh para bajingan itu. Aku tak mau menjadi lebih terpuruk dalam kesunyian yang mengikatku dalam kesendirian aku juga tak mau menjadi orang yang bukan diriku, aku ingin berteriak : "TAAAAIIII......,SEMUANYA TAI !!"

Aku sudah lelah untuk melanjutkan perjalanan ini aku ingin melepas raga ini dari beban, aku tak mau mengingat semua yang sudah terjadi. Aku akan lebih lepas bebas walaupun aku harus menjadi anjing jalanan yang dibuang tak berharga karena aku bisa tidak mengingat masa laluku. Aku hanya ingin bersama dengan seseorang yang "berbeda" dariku, aku hanya ingin bersama dengan dia !! Aku tak mau mengenal kembali dengan orang-orang yang merasa kasihan dengan ku.

Karena aku bukan anak anjing yang lucu dan gemuk dan tersesat di jalan, tapi aku adalah anjing jalanan yang kotor, kurus, dan kudisan. Tapi aku bisa bertahan karena aku sudah memakan semua debu dan kotoran jalan yang aku lewati. Biarkan aku mencari tempat baru, biarkan aku melepas semua amarahku juga gairahku. Aku hanya ingin memulai kehidupan baru tanpa ada orang yang mengenalku bersama dengannya..

Aku tidak ingin mengingat mereka yang telah ikut memakai topeng untuk mengerti penderitaanku. Mereka seperti parasit dalam aliran darahku. Sudah cukup aku mengenal hal² yang dianggap suatu kemewahan tapi sebenarnya semua ini adalah palsu.

Aku hanya ini menikmati kesunyian malam bersama dengannya...

Terima kasih sayang... (T.A)

Salahkah??

Orang mengatakan bahwa aku telah berubah secara drastis. Tapi aku hanya melakukan apa yang aku anggap suatu perlindungan dari rasa sakit yang telah melekat dalam diriku, kalaupun ini semua sudah ditakdirkan untuk hancur biarlah semuanya hancur tapi dalam kehancuran ini aku hanya ingin mengetahui siapa diriku sebenarnya dan untuk apa aku hadir.

Apakah ini semua salah? Aku bilang tidak karena ini adalah keputusan ku untuk melepas lingkungan luar dari kehidupanku sendiri, aku hanya ingin menjadi diriku sendiri. Aku juga hanya seseorang yang tidak lepas dari kesalahan, biaralah aku sendiri tanpa harus memperdulikan hal lain. Karena aku adalah aku yang menutup semua dengan tekadku untuk menyendiri tanpa harus membuat orang lain bersalah.

..................

(........................................)

Aku mungkin seperti rangkaian kata yang berbentuk titik, karena aku sendiri tidak tahu apa yg harus ku lakukan. Karena diriku sendiri tidak memahami dan mengerti apa yang sebenarnya terjadi dalam jalanku ini. Aku seperti debu yang dihempaskan olah nafas dari alam yang tanpa tahu akan berakhir dimana dan akan jadi seperti apa....

Aku.....,aku seperti anjing yang dibuang, diusir, diludahi dan tidak tahu arah jalan pulang menuju kediaman tuannya. Aku juga bosan dengan hidupku dan aku ingin melepas semua yang ada, aku tidak kuat dengan keramaian yang memekakan telinga, aku tidak kuat dengan sinar-sinar lampu yang menyilaukan. Semua terasa sangat menyakitkan. Aku hanya ingin pulang..., aku hanya ingin pulang....

Aku benar-benar lelah dengan semua yang ada, kewarasanku dan keputusasaanku hanyalah dibatasi sebuah benang merah tipis yang tidak dapat memegang keyakinanku untuk tetap seimbang. Aku mohon....,

"Tuhaaaan....!!! Apa sebenarnya yang terjadi ?? Orang-orang memandangku dengan lirih seperti aku hewan hina...."

"Tuhan..., aku mohon biarkan aku kembali kedalam tanganMU. Aku lelah Tuhan untuk menjalani ini semua. Aku menjalani kebohongan dalam setiap waktu. Aku hanya ingin kembali seperti aku dulu, walaupun itu harus melepas kemanusiaanku dalam hidup ini. Aku mohon Tuhan......"

"Tuhan..., aku mohon lepaskan aku dari iblis yang telah lama mencengkramku. Aku mohoan Tuhan, aku tidak ingin menjadi seseorang yang membawa orang lain kedalam jerat. Biarkan aku dan hanya diriku yang menebus semua kesalahan yg telah kuperbuat, jangan biarkan orang lain merasakan seperti rasa sakit, pahit, pedih, dalam hidup mereka. Biarkan aku saja yang merasakan itu semua dan menebusnya..."

Aku...,aku sudah sangat lelah....

Biarakan aku tertidur...,aku hanya ingin tidur sesaat...

Pelepasan

Aku telah melepaskan sesuatu yang mungkin akan membuat hidupku lebih mengetahui warna yang ada sesungguhnya, tapi apa? Apa yang kudapat? Aku hanya mendapatkan keabu-abuan dari diriku sendiri.

Aku mungkin tidak mengenal lembayung senja diawal malam tapi aku hanya dapat mengenal malam itu sendiri tanpa tahu apa dan bagaimana ini semua terjadi, mungkinkah aku telah menutup mata? Tidak..,aku tidak menutup mataku tapi aku menutup mata hatiku. Aku menjadi batu pualam yang tidak hancur dalam aliran sungai semenjak aku melepas kesedihanku, kini aku hanya sebagai tubuh tak berperasa dan tak berjiwa.

Aku jatuh dalam kelamnya malam yang menghembuskan angin dan menyengat tiap jengkal dari kulitku, kini kehangatan hanya berpendar dari terang rembulan bulat diawal tahun. Semua terjadi sudah apa yang ku takutkan selama ini; buaian malam memanjakan diriku dalam gegap gempita kelamnya gelap. Aku...aku kini hanyalah angin malam yang menyeringai akan kehadiaran malam itu sendiri tanpa berbatas oleh sang waktu yang berjalan cepat secepat petir melepaskan cahaya-cahaya kilat.

Jaring-jaring telat melekatkan benangnya disekelilingku tanpa membuat ruang untuk bergerak dan bernapas lega, aku terhimpit oleh tekanan yang ada dalam setiap jaring itu sendiri. Aku hanya bisa memandang dan memahami dengan diam apa saja yang terjadi selama ini.

Aku hanylah sebuah bayangan yang dilupakan oleh waktu....

Hate...!!

I hated myself and all around me.

They might see me but they just passed me by without any glimps...

Was I that pathetic I couldn't have anything i want ??

I hated myself.., and i hated the person who ignored me..

I got even more lonely in the loud sound of life, but I found comfort in this loneliness...

Let me be in the shadow of light by myself, consuming my own soul....

It was the feeling that i know...

But now I have my light that has brighten me,

the light itself shows me the path that i know not before...

Even so, this light is too bright and too cold for me to look upon...

But this is the thing that keeps me alive and not become insane from what i have done.

(T.A)

Ini adalah diriku....

Aku bukan aku yang dikenal dan diketahui orang. Aku adalah aku yang berbeda dalam waktu tidak hanya sebulan ataupun setahun tapi aku berbeda dalam waktu sedetik. Aku kini hanya mengenal kesenangan dalam kesendirian dan juga tawa dalam kesepian. Ini adalah aku.., dan aku adalah kesepian juga kesendirian yang tercipta akan kemauanku sendiri untuk melepas semua yang telah terjadi.

Aku kini tidak lagi merasakan apapun, karena aku sudah menjual semua yang aku rasa dan aku inginkan kepada iblis dalam hatiku yang paling dalam. Aku sekarang hanya ingin menjalani semuanya tanpa rasa apapun dan tanpa kepedulian orang² disekelilingku. Aku kini menjadi lebih kelam dari hatiku sendiri...

Aku hanya bisa melihat kesedihan, kebahagian, juga perasaan yang lain dengan tatapan datar tak berarti, karena aku sudah tidak peduli apa yang terjadi.

Inilah aku dan ini jugalah jiwaku serta hatiku yang sekarang...

Karena aku hanya ingin menjadi orang yang tak mau lagi mengenal warna warni, aku sekarang hanya bisa melihat hitam dan putih tanpa melihat perasaan.

Senin, 20 Agustus 2007

Kekosonganku...

Aku menjalani semua yang aku lalui dalam perasaan datar tanpa ada rasa yang terucap dan terlihat. Aku terbalut dalam kebingungan tak terarah, kehilangan sesuatu yang berarti dalam hidupku kembali mendatangi walau hanya bayangan yang terlihat.

Tapi aku menjalani semuanya dengan wujud yang dilihat oleh yang lain suatu bentuk yang sempurna.

Tidak...., tidak.

Ini bukan aku yang menempuh semua yang aku lalui melainkan hanya tubuhku saja tidak jiwaku. Aku berpikir ini hanya kehilangan yang tak terlalu berarti.

Tapi ternyata aku kehilangan sesuatu yang sangat memukul tanpa aku sadari.
Mungkin aku terlalu cepat melepaskan berkabungku dan melupakan begitu saja. Aku terlalu cepat.., kini aku hanya sebuah badan tak berperasa.

Aku melangkah tanpa arti dan tanpa tujuan. Aku tidak tahu apa tujuanku dan apa maksudku. Aku hanya bisa menjalani semuanya dengan kehampaan dari masa lalu yang terlalu cepat terlupakan.

Kini aku hanya bisa menjalani semua yang ada dengan tidak memperdulikan semua yang ada. Aku hanyalah sebuah boneka yang tak berjiwa...

Aku muak dengan semua yang sudah aku lihat dan aku rasakan.
Aku sudah muak...
Aku hanya menjalani semua tujuan yang tak jelas aku inginkan...

Mimpi...

Aku menjadi sesuatu yang terpampang dalam kegalauanku...

Aku kini tidak peduli harus menderita ataupun tidak karena semua sudah aku rasakan ; pahit, getir, sakit, marah, sedih, dan kebahagian sudah menjadi bagian dari tubuhku.

Aku kini hanya menjalani apa yang aku lihat sekarang.

Aku tidak tahu apa yang ada didepan dan seperti apa tapi bila ku menjalanin mimpi indah maka aku menjalaninya sekarang.

Karena satu jiwa telah menghias jalanku yang terambang-ambang, biarlah aku kembali menjalani mimpi indahku ini.

Aku tidak mau menjadi orang yang kehilangan mimpinya dan terhempas oleh keraguan dari jalan yang ditempuh...


Biarkan aku menikmati ini semua...
Biarkan aku terbuai ini semua...
Biarkan aku merasakan mimpi ini semua...
Aku hanya bisa memandang ini semua dengan hatiku....

Tai....!!

Tai.....!!
Kenapa setiap sesuatu yang berbeda menjadi masalah??
Kenapa orang tidak mau terima kenyataan bawah tiap-tiap orang lahir dalam keadaan yang berbeda??
Apa salah kalau kita hidup dalam banyak keragaman juga berbedaan??
Apa salah kalau untuk sayang juga cinta dengan seseorang kita berada dalam suatu perbedaan??
Bukannya lebih baik hidup dalam perbedaan??
Siapa yang bilang berbeda itu baik??


Tai...!!
Taiiii....!!
LIHAT....!!
LIHAT..,APA YANG AKU ALAMI..!!
AKU MERASA BIMBANG DALAM KEPUTUSANKU..,KEMANA ORANG-ORANG YANG MEMPERJUANGKAN PERASAMAAN???.....


Aku tidak tahu harus menangis atau marah akan perbedaan yang ada..
Aku tidak mau merasa hampa tanpa bisa tahu harus berbuat apa...
Bukankah aku yang menjalani hidup ini??
Tapi apa harus lepasin semua yang aku rasakan hanya untuk sebuah keegoisan perbedaan??Apa harus aku bunuh semua yang aku rasakan dan juga pernah alamin hanya untuk sebuah arti keturunan??


Aku....,aku hanya ingin mencinta tanpa melihat perbedaan juga status.
Aku....,aku tidak tahu harus berbuat apa??
Aku....,aku hanya bisa melihat dan mendengarkan hatiku sendiri.
Tapi hatiku hanya terdiam tanpa ada sepatah kata dan sebentuk gerak..


Aku akan menjalani semua yang dianggap berbeda dalam ketegaran batu karang...
Aku....,aku tidak tahu kenapa Tuhan memberikan dan menunjukan jalan ini.
Aku....,aku tidak mempunyai semua jawaban yang ditanyakan.
AKU.....!!
Aku hanya ingin mencinta...
Aku.....,Aku hanya ingin menyayangi tanpa ada rasa perbedaan....
AKU......,aku benar-benar mencintanya....

Equality

Equality…,sebenernya apa yang dimaksud dengan kata itu ? Kalau dalam bahasa Indonesia yang benar “Equality” berarti persamaan derajat (tanpa melihat perbedaan apapun), lalu dalam pengertian kata itu sendiri apa yang sudah dihasilkan? Menurut saya yang sudah dihasilkan tidaklah begitu berarti, mungkin sebelumnya ada beberapa orang yang sudah memperjuangkan mengenai persamaan derajat, dan di beberapa bagian sudah berhasil namun apakah hasil tersebut sudah dirasakan setiap orang? Tidak.., persamaan derajat hanya diberikan pada orang-orang yang mempunyai kepentingan dan kekuasaan tersendiri tapi tidak pada orang-orang yang benar-benar membutuhkan, apakah mengartikan persamaan derajat haruskah ada kepentingan dan kekuasaan tersendiri sehingga baru bisa dapat merasakan itu semua.

Beberapa orang berpendapat bahwa saat ini kita sudah melakasanakan persamaaan itu dan menjalankan semuanya dengan baik, lalu bagaimana dengan yang dirasakan kita kalangan anak-anak muda? Mungkin disini saya belum menerangkan apa hubungannya, maka akan saya jelaskan, apakah kita sudah melihat apa yang terjadi di dalam masyarakat muda kita? Makin banyak penyalahgunaan tindakan dalam masyarakat yang dikarenakan hal ini.
Mungkin salah satu contoh yang paling mudah adalah apabila para muda/i berhubungan dengan seseorang yang entah berbeda agama, gender, ras, etnis ataupun hal-hal lain. Orang akan memberi anggapan atau berpendapat tidak menyenangkan mengenai hal ini, contoh mudah lainnya adalah apabila ada perbincangan mengenai agama pasti pada akhirnya berbuntut keributan, lalu apakah itu semua perlu dijadikan bahan untuk memicu sesuatu yang hal yang tidak penting? Mungkin kita justru akan mendapatkan kehilangan yang sangat berarti apabila tetap bersikukuh dengan apa yang kita ributkan, entah itu kehilangan teman ataupun keluarga kita sendiri. Dimanapun dan apapun keyakinan, ras, etnis yang kita anut, miliki, percayai, ataupun bagaimana bentuk penyembahaan dan puji-pujian terhadap sesuatu yang mempunyai kekuasaan yang lebih besar tidak tahu apakah itu kepada Tuhan, Alam semesta, atau bahkan Dewa-Dewi.

Bukankah agama dan keyakinan apapun yang ada didunia intinya mengajarkan untuk mengasihi dan mencintai sesama manusia, dan semua orang adalah sama dimata Yang Kuasa, lalu apa yang kita perbuat? Kita justru menganggap apa yang kita percayai atau kita anut itu adalah sesuatu yang paling benar dan tepat, sebenarnya berhakkah kita untuk mengkotak-kotakan seseorang kedalam kriteria khusus? Namun pernahkah kita berpikir bahwa tidak ada yang sempurna didalam dunia ini. Saya disini bukan bermaksud untuk mengajarkan/memberitahukan bahwa agama ataupun kepercayaan yang ada itu salah, karena dengan mempunyai kepercayaan atau keyakinan itu sendiri kita memiliki tujuan bagaimana untuk bertindak dengan baik sesuai dengan norma yang ada didalam masyarakat, tapi yang salah adalah bagaimana kita mengadaptasikannya ke kehidupan bersosialisasi di masyarakat yang modern pada saat ini. Apakah rasa cinta dan kasih dapat dikalahkan oleh semua ini? Kenapa juga banyak orang berpendapat bahwa cinta dan kasih dapat mengalahkan semua? Jadi manakah yang benar sebenarnya? Lalu apakah alasan kita yang sebenarnya bersosialisasi dengan orang-orang yang “tidak sama” dengan kita, apakah kita hanya untuk mendapatkan keuntungaannya saja tapi tidak kejelekannya?

Seandainya kita benar-benar dapat melihat apa yang dialami anak-anak pada saat ini maka kita akan lebih mengerti apa yang mereka alami dan lalui, kadang masalah yang mereka hadapi tingkatnya melebihi usai mereka pada umumnya, banyak dari mereka yang menghadapi atau katakan saja mereka berhubungan dengan seseorang yang “berbeda” tapi dari pihak keluarga ataupun masyarakat memandang itu suatu hal yang tidak bisa dilakukan, namun karena rasa percaya mereka masih tetap berhubungan walaupun lingkungan menentang mereka, tapi apakah rasa cinta dan kasih didalam “perbedaan” itu merupakan sesuatu hal yang salah? Sebagai bentuk gambaran lain seandainya kita tetap menekankan bahwa “perbedaan” merupakan sesuatu yang penting maka kita secara tidak langsung membawa mereka untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma-norma yang ada dan akhirnya malah membawa mereka kedalam kehancuran kita sendiri karena bukannya kita juga berpikir bahwa mereka adalah penerus kesuksesan kita. Apakah salah seandainya kita sekali-sekali mendengarkan apa yang mereka ingin ungkapkan, kadang kala seorang ahli dalam bidang tertentu pun dapat melakukan kesalahan.

Sampai kapan kita akan berlaku seperti ini? Bukannya kita juga mempunyai cita-cita dan mimpi untuk membuat tempat yang kita tinggali jauh lebih baik dan juga bukankah perbedaan itu indah, justru didalam berbagai macam perbedaan kita akan menemui warna-warni yang lebih indah dari kita bayangkan. Karena dari pertama pun kita lahir sudah memiliki banyak berbagai macam perbedaan.

Yang sekarang kita dapat lakukan adalah bagaiman kita menerima perbedaan itu dan tidak memperlakukan seperti sesuatu yang lebih rendah dari yang ada didalam diri kita, mungkin ini semua tidaklah semudah seperti yang kita bayangkan namun apabila kita benar-benar berniat untuk mencoba maka tempat yang kita tinggali akan menjadi sesuatu yang lebih menarik untuk dijalani. Dan kalaupun ada perbedaan apakah tidak lebih baik kita pertimbangkan dan dengan tidak menilai yang berbeda itu selalu salah atau buruk apalagi pada saat jaman seperti ini dimana komunikasi dan pengetahuan memegang peranan penting dalam kehidupan, dan kalau seandainya kita orang yang yang berpendidikan dan berpikiran luas maka kita akan lebih terbuka pada perbedaan dan menghargai pendapat orang lain bukan malah memberikan pendapat yang tidak menyenangkan yang dapat menghasilkan rasa kesal, benci, ataupun iri.

Apakah mereka takut akan perbedaan yang ada didalam diri kita masing-masing? Apakah sebenarnya yang ditakutkan? Bukankah kita sama-sama darah dan daging juga?
Ini mungkin hanya sebagian kecil masalah yang terjadi dan ada didalam kehidupan masyarakat tapi apakah kita akan berpaling tanpa mempedulikan ini begitu saja? Saya rasa ini juga sudah seharusnya menjadi bahan pemikiran kita, Karena dari persamaan ini akan menghasilkan atau memberikan efek yang positif dalam hal-hal lain diluar lainnya, bisa dibilang ini semua merupakan salah satu proses untuk pencapaian kehidupan yang lebih baik.

Kita tidak menyadari bahwa didalam perbedaan tersebut kita kadang kala kita menemukan bagian yang hilang dalam kehidupan kita sendiri, dan seandainya saja kita tidak melihat adanya suatu perbedaan, maka didalam perbedaan itu juga kita berusaha dengan kuat bagaimana saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Akan tetapi kalau seandainya kita masih tetap berpikiran bahwa benang merah pembatas tersebut masih ada maka sudah tentu sampai kapanpun kita tidak akan pernah dapat menemukan bagian yang hilang tersebut. Dan kita tetap menjalani semuanya dalam keadaan tidak lengkap atau tidak sempurna, mungkin beberapa orang menganggap ini suatu yang biasa saja tapi mereka tidak akan menyadari sampai pada saat terakhir mereka berada didunia ini. Haruskah kita menyadari ini semua setelah akan berakhir?

Akan lebih baik kalau seandainya kita menerima perbedaan itu semua sebagai bagian diri kita sendiri dan juga berlapang dada tanpa harus ada pendapat yang tidak menyenangkan.

Aku

Aku..,aku hanya sebuah debu yang diterbangkan angin.
Aku..,aku hanya bayangan yang tak pernah terkena sinaran cahaya.
Aku..,aku hanya sebuah daging yang teronggok dalam sepi yang membeku.
Aku..,aku hanya kotoran yang tak berguna.
Aku..,aku hanya diriku saja.


Aku telah menutup semuanya....
Aku telah membutakan mataku.....
Aku telah membisukan suaraku....
Aku telah menghilangkan pendengarkanku....
Aku menghina dirku....
Aku mencaci diriku....
Aku menghancurkan diriku....

Ini kemarahanku...
Ini kesedihanku...
Ini kebahagianku...
Ini penderitaanku...
Ini pelepasaanku...

Aku hanya ingin menjadi sesosok patung terdiam dalam kemarahan abadi...
Aku hanya ingin menghancurkan diriku sendiri...
Aku tidak mau mengenali semua yang telah terjadi karena semua sudah ku bakar dalam kemarahanku.....

Hope....

Only a darkness that surround me in this room…
I may not know the wall’ that surround me, but I know the one who build it.
It is I who allowed the wall that surround me without knowing the reason
I pray to the Lord with my empty handed, wishes that He can give me the gift that untied me most.., but still I can‘t have all off that because my both hand was already full with the gift that I never realized…
Is this my punishment for being not realize the one that I have?
Now I only can see with silence what really happen, even the light from the moon it’s too bright to look straight...
Me, there only me who lying in the darkness that I create…
The light from the moon has lighter my life this night…
Now I become more lighter then the mist it self,
All my burden has gone, evening wind will carry me back home…
The path he choose already covered with cold and mist
There only the sound of the wind that reminded him with the memory from the past, nor he or the wind that will gave him the right path
Only his past can show the right path…
Bright and cold become one..., the promise that has said now only a word with out a meaning, there so many memory passing trough without leaving any clue.
The lights never show the true color only bright white that seen…
Night maybe dark and cannot see with naked eyes,
The heart that gave a true meaning is the only one will able to see the night
Even the night it self can’t see what lies had spread in front…
She…!! Yes, only she can show the real one.
The snow is falling in middle of the year left the December with out of snow
There maybe some reason to answer, but the truth there’s ware no answer to be said and see, is this the truth it self?
I maybe not know the reason but I only know that all of this ware already happening.
Now I can only hope and pray that she will be able to found happiness and joy.
Like I’ve seen before with my own eyes, this is all I wanted most